UBS yakin harga emas naik ke US$5.000 berkat sentimen ini
Jumat, 07 Agustus 2026
JAKARTA - Harga emas dunia telah menembus level US$4.250 per troi ons pada awal Agustus 2026. Kenaikan ini dinilai membuka peluang emas melanjutkan reli hingga semester pertama 2027.
Laporan terbaru Chief Investment Office (CIO) UBS kembali menegaskan optimismenya terhadap emas, dengan proyeksi harga di pasar spot pada level US$5.000 troi ons untuk semester pertama 2027.
Aksi beli bank sentral dunia hingga institusi dari China, arus masuk dari reksa dana emas, dinilai menjadi pendorong kenaikan harga emas berikutnya. Sementara upaya Amerika Serikat (AS) dan Jepang dalam stabilisasi yen, juga dinilai sebagai sinyal positif.
Meskipun demikian, CIO UBS mengingatkan risiko jangka pendek tetap mengintai pergerakan harga emas. Terutama apabila laju inflasi dan harga minyak mentah kembali melonjak.
Selain itu, investor global juga dinilai tengah mewaspadai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed), yang diperkirakan akan lebih ketat.
Sementara itu pelemahan dolar AS juga dinilai mendorong investor mendiversifikasikan asetnya ke logam mulia.
“Menyusul kinerja kuat pada kuartal kedua, ketika bank sentral membeli 289 metrik ton emas, kami terus memperkirakan akumulasi emas sepanjang tahun ini berada di kisaran 750-1.000 metrik ton,” tulis CIO UBS.
Laporan CIO UBS juga menekankan pergerakan harga emas di kisaran US$4.000 saat ini menjadi area beli yang tepat, terutama saat terjadi volatilitas jangka pendek namun dengan persentase alokasi ‘single-digit’ dari total aset.
“Investor juga dapat mempertimbangkan eksposur komoditas lain untuk diversifikasi portofolio yang lebih baik,” imbuh CIO UBS. (KR)