JP Morgan ungkap skenario emas tembus US$6.000 per troi ons
Rabu, 24 Desember 2025

JAKARTA – JP Morgan, bank investasi terbesar asal Amerika Serikat (AS), mengungkap skenario reli kenaikan harga emas yang berpotensi menyentuh US$6.000 per troi ons dalam beberapa tahun mendatang.
Head of Global Commodities Strategy JP Morgan, Natasha Kaneva, mengatakan tren kenaikan harga emas masih belum berakhir, meskipun reli kenaikan harga logam mulia ini tidak bersifat linear.
“Tren jangka panjang terhadap penyimpanan emas sebagai cadangan dan investor yang memilih diversifikasi ke emas telah berlanjut cukup jauh. Kami memperkirakan permintaan emas akan mendorong harga mencapai US$5.000 per troi ons hingga akhir 2026,” jelas Kaneva, dalam riset yang disampaikan baru-baru ini.
Selain itu, kata Kaneva, JP Morgan mempertahankan prospek harga emas mencapai US$5.055 per troi ons pada kuartal empat 2026, serta naik menjadi US$5.400 per troi ons pada akhir 2027.
Sementara itu Head of Base and Precious Metals Strategy JP Morgan, Gregory Shearer, mengatakan akumulasi emas oleh bank sentral dan investor pada kuartal tiga tahun ini telah mencapai 980 ton.
“Lebih tinggi 50% dibanding rata-rata empat kuartal sebelumnya,” ungkap Shearer.
Investor, yang ikut mendongkrak permintaan untuk aset ETF berbasis emas dan emas fisik, diperkirakan tetap menjadi pembeli utama logam mulia pada 2026, bersama dengan bank sentral dunia.
“Kami yakin permintaan dari bank sentral akan tetap meningkat pada tahun depan, dan kami telah melihat kuatnya pembelian bank sentral pada kuartal ketiga, meskipun harga emas telah melesat,” jelas Shearer.
Dalam riset tersebut, Shearer juga telah menjabarkan skenario jika investor mengalihkan minimal 0,5% dari kepemilikan aset AS mereka ke emas.
“Tambahan permintaan tersebut sudah cukup untuk mendorong harga emas ke level US$6.000 per ons,” imbuh Shearer, dengan menekankan target harga untuk beberapa tahun mendatang ini mungkin akan dicapai lebih cepat. (KR)