PSAB lunasi obligasi hampir Rp1 triliun, optimis capai target 2025

Rabu, 24 Desember 2025

image

JAKARTA – PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) memaparkan kinerja keuangan dan strategi pengelolaan utang, serta berkomitmen untuk menurunkan beban liabilitas melalui pelunasan utang secara bertahap.

Direktur PSAB, Sanjaya J, menjelaskan langkah pengurangan beban utang telah menjadi fokus perusahaan tahun ini.

“Tahun ini komitmen kami melakukan inisiasi pengurangan utang. Salah satunya itu adalah yang besar dan kami lunasi itu tahun ini adalah obligasi,” ujarnya, dalam paparan publik yang digelar Selasa (23/12) kemarin.

Sanjaya mengungkapkan, PSAB telah melunasi obligasi yang sebelumnya diperpanjang pada periode 2021–2023, sesuai dengan komitmen kepada para pemegang obligasi.

“Terdapat empat seri obligasi yang dilunasi sepanjang tahun ini. Hingga Desember, nilai obligasi yang dilunasi mencapai hampir Rp1 triliun, tepatnya sebesar Rp986,37 miliar,” ujar Sanjaya.

Selain itu hingga September 2025, PSAB outstanding utang obligasi PSAB sekitar Rp542,5 miliar. Kewajiban tersebut kemudian dilunasi pada 21 Oktober dengan nilai sekitar Rp500 miliar atau setara US$32,5 juta

Dengan pelunasan obligasi serta pembayaran cicilan perbankan lainnya, outstanding utang PSAB pada akhir tahun ini diperkirakan sebesar US$248,86 juta. Angka outstanding utang ini turun US$73,46 juta dari posisi akhir tahun buku 2024.

Ke depan, PSAB menargetkan penjualan emas sekitar 86.000 ons pada 2025. Seiring kenaikan harga emas yang terutama terjadi pada semester kedua, perseroan memperkirakan harga jual rata-rata (average selling price) sepanjang tahun berada di kisaran US$3.300 per ons.

Berdasarkan asumsi tersebut, “PSAB memperkirakan pendapatan (revenue) mencapai sekitar US$286 juta. Dengan asumsi biaya tunai (cash cost) berada pada kisaran US$1.700–1.800 per ons, PSAB menargetkan EBITDA sebesar US$137 juta hingga US$138 juta,” tutup Sanjaya. (DH/KR)