DeepSeek suntik dana Rp340 miliar ke Unitree

Sabtu, 08 Agustus 2026

image

BEIJING — Perusahaan rintisan kecerdasan buatan (AI) asal China, DeepSeek, menginvestasikan 140,8 juta yuan (sekitar Rp340 miliar) ke produsen robot humanoid Unitree. Kedua perusahaan juga sepakat akan mengembangkan model AI untuk robot humanoid.

Dikutip dari Reuters, investasi tersebut dilakukan melalui penempatan strategis dalam penawaran umum perdana (IPO) Unitree di Bursa Shanghai.

Melalui transaksi tersebut, DeepSeek memperoleh 933.399 saham Unitree atau setara 2,31% dari saham yang dialokasikan dalam penempatan strategis IPO.

DeepSeek dan Unitree sama-sama berbasis di Hangzhou, pusat industri teknologi di China bagian timur.

Dalam dokumen yang disampaikan ke bursa, kedua perusahaan tersebut menyatakan akan menggabungkan keunggulan masing-masing. DeepSeek akan berkontribusi dalam pengembangan model AI, sementara Unitree menghadirkan keahlian di bidang rekayasa mekanik, pengendalian gerak, dan embodied intelligence.

Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Unitree akan memprioritaskan DeepSeek dalam pengadaan layanan pelatihan model AI dan solusi teknis. Sebaliknya, DeepSeek akan mengutamakan Unitree saat membeli robot maupun mengembangkan aplikasi berbasis embodied AI.

Kemitraan ini difokuskan untuk mengatasi salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan robot humanoid, yakni menciptakan "otak" robot yang mampu memahami lingkungan baru dan menerjemahkan perintah menjadi tindakan fisik secara andal.

China telah mengembangkan robot humanoid berbiaya relatif rendah yang mampu berjalan, berlari, hingga melakukan gerakan yang telah diprogram. Namun, agar robot dapat bekerja secara mandiri dalam situasi nyata, dibutuhkan model AI yang dapat dilatih dengan menggunakan data dunia nyata yang masih terbatas.

Untuk mengumpulkan data tersebut, sejumlah produsen robot di China mengoperasikan fasilitas khusus. Di tempat itu, manusia berulang kali membimbing robot untuk menyelesaikan berbagai tugas, seperti melipat pakaian hingga membuka pintu.

Model AI DeepSeek selama ini dikenal memiliki performa kuat dalam pengujian pemrograman, matematika, dan penalaran. Perusahaan tersebut juga bersaing dengan menawarkan harga yang lebih kompetitif.

Namun, kekuatan DeepSeek masih berfokus pada model bahasa. Perusahaan belum memiliki model multimodal terintegrasi yang mampu memproses informasi visual dan teks secara bersamaan.

DeepSeek memang telah merilis model riset vision-language seperti VL2, tetapi model tersebut belum diintegrasikan ke dalam produk komersial utamanya.

Pada April lalu, salah satu peneliti DeepSeek sempat memublikasikan proyek untuk meningkatkan kemampuan penalaran visual menggunakan titik dan bounding box. Namun, makalah penelitian beserta repositori resmi di GitHub kemudian ditarik tanpa penjelasan kepada publik.

Reuters menilai kerja sama dengan Unitree berpotensi memberi DeepSeek akses terhadap robot serta data dunia nyata yang dibutuhkan untuk mempercepat pengembangan kemampuan AI tersebut. (ARF)