Yen Jepang menguat, usai data pekerjaan AS, risiko intervensi menguat
Sabtu, 08 Agustus 2026
TOKYO – Yen Jepang kembali menguat tajam terhadap dolar AS pada Jumat (7/8) setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan hasil jauh lebih lemah dari perkiraan.
Seperti dikutip Reuters, pergerakan tersebut terjadi ketika trader mewaspadai kemungkinan intervensi pasar setelah Jepang dan AS melakukan intervensi bersama beberapa hari sebelumnya untuk menopang yen.
Dolar AS sempat turun 1,1% menjadi 156,68 yen dan terakhir diperdagangkan di 157,16 yen. Posisi tersebut masih jauh dari level tertinggi dalam 40 tahun di 163,99 yen yang dicapai pada Juli.
Belum diketahui apakah otoritas Jepang kembali melakukan intervensi di pasar valuta asing. Namun, sejumlah analis menilai pelemahan data tenaga kerja AS sudah cukup menjadi alasan bagi pelaku pasar untuk menjual dolar.
“Besarnya penurunan payrolls membuat pelemahan dolar masuk akal. Kita bisa melihatnya dari bagian pendek kurva imbal hasil AS, sehingga pergerakan mata uang ini tampaknya didorong oleh faktor fundamental,” kata Lee Hardman, Senior Currency Analyst MUFG.
Hardman merujuk pada penurunan tajam imbal hasil Treasury AS bertenor dua tahun yang sensitif terhadap ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
“Jarang sekali kita mendapatkan angka negatif seperti ini. Ini merupakan kejutan penurunan yang besar dan jelas menekan ekspektasi terhadap The Fed. Kami memperkirakan reaksi signifikan dan aksi jual dolar yang meluas,” ujarnya.
Data Bureau of Labor Statistics (BLS) menunjukkan nonfarm payrolls AS turun 23.000 pada bulan lalu setelah kenaikan 20.000 pada Juni yang telah direvisi lebih rendah.
Ekonom yang disurvei Reuters sebelumnya memperkirakan payrolls meningkat 80.000, setelah laporan awal menunjukkan kenaikan 57.000 pada Juni. Perkiraan ekonom berada dalam kisaran kenaikan 10.000 hingga 140.000 pekerjaan.
Tak lama setelah data tersebut dirilis, Menteri Keuangan Jepang mengatakan Washington dan Tokyo terus melakukan komunikasi erat dan tidak akan ragu melakukan intervensi di pasar valuta asing.
Ancaman intervensi telah menjadi perhatian besar pasar sepanjang pekan ini setelah Jepang dan AS melakukan intervensi terkoordinasi dengan membeli yen pada Jumat sebelumnya. (DK)