Selamatkan Krakatau Steel, Danantara salurkan pinjaman Rp4,9 triliun

Rabu, 24 Desember 2025

image

JAKARTA – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) akan menerima pinjaman senilai total Rp4,94 triliun dari Danantara Asset Management sebagai bentuk pendanaan modal kerja Perseroan dalam proses restrukturisasi KRAS.

Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pinjaman tersebut akan terbagi menjadi dua fasilitas.

Yang pertama adalah pinjaman pemegang saham untuk mendanai operasional Perseroan sebesar Rp4,18 triliun dengan tenor minimal 5 lima tahun.

Sebelumnya, KRAS juga telah mengajukan permintaan pinjaman US$500 juta atau sekitar Rp8,28 triliun (kurs Rp16.570) untuk mendanai operasionalnya yang masih terhambat utang restrukturisasi.

Namun, pada tahap pertama Danantara akan menyalurkan setengahnya, US$250 juta terlebih dahulu.

“Akan digunakan untuk pembelian bahan baku pabrik HSM dan pabrik Cold Rolled Coil (CRM), serta mendukung pemenuhan bahan baku pabrik pipa,” tambah manajemen KRAS dalam keterangan resmi, Selasa (23/12).

Sisanya, Rp752,81 miliar, akan disalurkan sebagai pendanaan Program Pengunduran Diri secara Sukarela melalui Skema Golden Handshake dan Program Penyehatan Dana Pensiun Krakatau Steel melalui mekanisme Lump Sum Window dengan tenor minimal 6 tahun.

“Transaksi ini sangat dibutuhkan oleh Perseroan untuk mendukung pemulihan bisnis baja pasca penyelesaian perbaikan Hot Strip Mill (HSM) serta menjaga keberlanjutan program Restrukturisasi Utang yang telah efektif pada Oktober 2025,” imbuh manajemen.

Menurut manajemen, pinjaman ini juga akan mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan pihak ketiga, serta memangkas biaya bahan baku demi efisiensi, penyehatan Dana Pensiun KRAS, dan proses restrukturisasi.

KRAS telah berhasil membalikkan rugi bersih menjadi laba US$22,2 juta hingga September 2025, berkat keringanan penyelesaian utang restrukturisasi, yang memberikan kontribusi US$156,7 juta terhadap kinerja Perseroan.

Dari sisi neraca, total aset KRAS tercatat turun 2,6% menjadi US$2,8 miliar per akhir September 2025 dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar US$2,9 miliar.

Hal ini didorong oleh penyusutan liabilitas hingga 5,3% menjadi US$2,3 miliar, sementara ekuitas meningkat 12,8% menjadi US$490,7 juta.

Dari segi kinerja saham, harga saham KRAS tercatat meroket 232,08% sejak awal tahun 2025, terutama sejak bulan Juni, dan mendarat di level Rp352 per lembar per pukul 11.50 WIB, Rabu (24/12). (ZH)