Hindari bubble Wall Street, investor global buru saham AI China

Rabu, 24 Desember 2025

image

JAKARTA – Investor global kini secara agresif meningkatkan eksposur modal mereka pada perusahaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) China, bertaruh pada potensi kemunculan "DeepSeek selanjutnya" sekaligus melakukan diversifikasi risiko portofolio.

Pergeseran arus modal ini dipicu oleh kekhawatiran yang memuncak mengenai ancaman gelembung spekulatif (bubble) pada saham teknologi Wall Street serta dukungan masif Beijing terhadap kemandirian teknologi nasional.

Seperti dilansir dari reuters.com (23/12), sentimen ini terkonfirmasi lewat debut pasar saham yang fenomenal dari dua produsen chip China bulan ini: Moore Threads yang dijuluki "Nvidia-nya China" dan MetaX, yang masing-masing mencatatkan lonjakan harga saham hingga 400% dan 700% saat pencatatan perdana.

Manajer aset asal Inggris, Ruffer, menyatakan telah membatasi kepemilikan pada raksasa teknologi AS ("Magnificent Seven") dan mulai mengakumulasi posisi di Alibaba, menilai bahwa kesenjangan teknologi antara China dan AS kini menyempit lebih cepat dari dugaan pasar.

Daya tarik ini juga didorong oleh disparitas valuasi yang tajam. UBS Global Wealth Management memberikan peringkat "paling menarik" untuk sektor teknologi China, mengingat Indeks Hang Seng Tech diperdagangkan pada rasio 24 kali laba, jauh lebih murah dibandingkan Nasdaq yang telah mencapai 31 kali laba.

Jason Hsu, pendiri Rayliant Global Advisors, menilai sanksi teknologi AS justru menjadi katalis yang memaksa China menggelontorkan dana besar untuk membangun teknologi keras (hard tech) dari nol, menciptakan keunggulan di sektor rekayasa dan manufaktur.

Kendati demikian, sejumlah pengelola dana tetap menyuarakan kehati-hatian. Kamil Dimmich dari North of South Capital memperingatkan bahwa lonjakan harga saham emiten chip baru-baru ini sebagian besar masih didorong oleh sentimen pasar (hype) tanpa dukungan fundamental valuasi yang kokoh.

Namun, bagi CEO CGS International Securities, Carol Fong, strategi terbaik saat ini adalah menyeimbangkan eksposur di tengah siklus chip yang terfragmentasi secara geopolitik dengan membidik pemimpin potensial di segmen teknologi tinggi China. (SF)