Kebakaran hutan Indonesia meluas, asap menyebar ke negara terangga
Selasa, 11 Agustus 2026
JAKARTA – Indonesia mempercepat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas dengan mengerahkan pesawat untuk operasi modifikasi cuaca guna memicu hujan.
Seperti dikutip Reuters, langkah ini dilakukan ketika kabut asap mulai menyebar ke sejumlah wilayah di kawasan.
Indonesia menghadapi musim kemarau yang lebih panjang dan parah tahun ini seiring menguatnya fenomena El Nino, yang meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan, dan polusi udara.
Data Kementerian Kehutanan menunjukkan sebanyak 107.465 hektare lahan terbakar sepanjang Januari-Juni, meningkat 110% dibandingkan periode yang sama pada 2023 ketika El Nino terakhir berdampak terhadap Indonesia.
"Kami dalam kondisi siaga karena cuaca saat ini memang memungkinkan kebakaran meluas," kata Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago kepada wartawan, Senin (10/8).
Dia mengatakan terdapat indikasi El Nino kemungkinan telah mencapai tingkat intensitas tertingginya di Indonesia.
Pemerintah menetapkan enam provinsi sebagai wilayah prioritas, yakni Riau, Jambi, dan Sumatra Selatan di Pulau Sumatra, serta Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan di Pulau Kalimantan.
Kebakaran juga terjadi di sejumlah provinsi lain di Jawa, Papua, dan Nusa Tenggara.
Di Pontianak, Kalimantan Barat, kegiatan belajar seluruh siswa dialihkan secara daring setelah kualitas udara memburuk akibat kabut asap. Kebijakan tersebut disampaikan oleh wali kota Pontianak.
Djamari mengatakan pemerintah telah mengerahkan 43 helikopter dan 15 pesawat bersayap tetap untuk memadamkan kebakaran.
Pemerintah juga melakukan operasi modifikasi cuaca dengan menebarkan suar garam untuk merangsang terbentuknya hujan.
Namun, Djamari mengatakan upaya tersebut menghadapi kendala karena minimnya awan hujan.
"Karena itu, kami memantau setiap perubahan kecil pada cuaca. Ketika ada sesuatu yang berpotensi menghasilkan awan hujan, kami segera melakukan operasi modifikasi cuaca," ujarnya.
Dampak kabut asap juga mulai dirasakan di Malaysia. Pada Selasa (11/8), 11 wilayah di Sarawak yang berbatasan dengan Indonesia di Pulau Kalimantan mencatat kualitas udara pada level tidak sehat, berdasarkan data Departemen Lingkungan Malaysia.
Departemen Pendidikan Sarawak juga menginstruksikan sekolah untuk menghentikan aktivitas di luar ruangan ketika suhu terlalu tinggi atau indeks kualitas udara melebihi 100.
Sementara itu, kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo, Jawa Timur, yang telah merusak sedikitnya 899 hektare lahan kini sebagian besar berhasil dipadamkan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat, Gatot Soebroto, mengatakan lebih dari 150 personel masih dikerahkan pada Selasa untuk memadamkan sisa kebakaran yang meliputi sedikitnya dua hektare lahan. (DK)