Saham Berkshire naik ke level tertinggi sejak Warren Buffett mundur

Selasa, 11 Agustus 2026

image

JAKARTA - Saham Berkshire Hathaway kembali menguat ke level tertinggi sejak Warren Buffett mengumumkan pengunduran diri sebagai CEO pada Mei 2025. Kenaikan terjadi setelah penerusnya, Greg Abel, mulai menggunakan sebagian besar kas perusahaan dan kinerja kuartal II-2026 melampaui ekspektasi analis.

Seperti dikutip Reuters, saham Berkshire kelas A (BRK.A) pada perdagangan Senin (10/8) sempat melonjak 3,3% menjadi US$806.102,81 per saham.

Sementara saham kelas B (BRK.B) naik hingga 3,1% ke US$537,74.

Level tersebut menjadi yang tertinggi sejak 2 Mei 2025, atau sehari sebelum Buffett mengumumkan rencana mundur dari posisi CEO setelah sekitar 60 tahun memimpin Berkshire.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal II-2026 yang dirilis Sabtu, Berkshire mengakhiri Juni dengan kas dan setara kas sebesar US$364,7 miliar. Angka tersebut turun dari rekor US$380,2 miliar pada akhir kuartal I.

Penurunan kas terjadi setelah Berkshire mulai meningkatkan penggunaan dana untuk investasi dan pembelian kembali saham. Pada kuartal II, perusahaan membeli kembali sahamnya sendiri senilai US$4,5 miliar dan menginvestasikan US$23,5 miliar ke saham perusahaan lain.

Salah satu investasi terbesar Berkshire pada periode tersebut adalah pembelian saham Alphabet, induk Google dan YouTube, senilai sekitar US$10 miliar.

Penggunaan kas berlanjut pada Juli. Berkshire mengeluarkan sedikitnya US$10,1 miliar untuk pembelian kembali saham dan akuisisi perusahaan pengembang rumah Taylor Morrison.

Dari sisi kinerja, laba operasional Berkshire pada kuartal II meningkat 16% menjadi US$12,98 miliar. Pertumbuhan tersebut ditopang bisnis perkeretaapian, jasa, serta sejumlah unit asuransi yang mampu mengimbangi kenaikan klaim kecelakaan dan belanja iklan di perusahaan asuransi mobil Geico.

Laba bersih Berkshire bahkan lebih dari dua kali lipat menjadi US$25,67 miliar. Hasil tersebut turut mendapat dorongan dari keuntungan belum terealisasi atas investasi seperti Alphabet dan Apple.

Pendapatan Berkshire tumbuh 10% pada kuartal II. Pertumbuhan tersebut menjadi perkembangan penting setelah pendapatan perusahaan cenderung stagnan selama lebih dari dua tahun.

Sejumlah analis juga menaikkan target harga saham Berkshire setelah kinerja kuartal II. Keefe, Bruyette & Woods dan UBS meningkatkan proyeksi harga saham perusahaan.

Analis KBW Meyer Shields menyebut kinerja kuartal tersebut "sangat solid". Sementara analis UBS Brian Meredith menilai penggunaan kas yang "meaningful" menunjukkan disiplin Berkshire dalam mengalokasikan modal.

Meski demikian, Shields masih memberikan rekomendasi "berkinerja buruk" terhadap Berkshire karena ketidakpastian ekonomi makro dan tekanan harga di bisnis asuransi properti dan kecelakaan.

Meredith tetap memberikan rekomendasi "membeli". Kenaikan saham Berkshire menunjukkan respons positif investor terhadap strategi Abel dalam mengelola kas perusahaan setelah mengambil alih posisi CEO dari Buffett.

Pasar kini mulai menilai bagaimana Abel akan mengalokasikan cadangan kas Berkshire yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu ciri utama perusahaan. (DH)