Pix milik Brasil tetap ekspansi lintas negara meski ditekan Amerika
Selasa, 11 Agustus 2026
JAKARTA - Bank Sentral Brasil mulai mengkaji koneksi Pix, sistem pembayaran instan nasional, dengan platform pembayaran serupa di negara lain.
Seperti dikutip Reuters, dalam laporan terbaru mengenai Pix, bank sentral menyebut integrasi sistem pembayaran instan lintas negara dapat menekan biaya, mempercepat transaksi, memperluas akses, serta meningkatkan transparansi pembayaran internasional.
Pernyataan tersebut lebih tegas dibandingkan laporan pengelolaan Pix pada 2023. Saat itu, bank sentral hanya menyatakan platform tersebut "mungkin di masa depan" terintegrasi dengan sistem pembayaran instan internasional.
Kini, otoritas Brasil tengah membahas koneksi bilateral serta kemungkinan berpartisipasi dalam pusat pembayaran multilateral.
Bank sentral juga telah menandatangani perjanjian pertukaran informasi terkait Pix dengan 65 mitra asing, termasuk Jerman, Kanada, Afrika Selatan, dan Turki.
Pix menjadi salah satu infrastruktur pembayaran utama Brasil sejak diluncurkan pada akhir 2020. Sistem ini memungkinkan transfer secara real-time melalui aplikasi perbankan, dengan transaksi antarindividu yang gratis serta biaya merchant yang lebih rendah dibandingkan jaringan pembayaran tradisional.
Pertumbuhan Pix turut mengubah struktur industri pembayaran Brasil. Penggunaannya mendorong inklusi keuangan sekaligus mengurangi porsi transaksi kartu debit dan kredit, sehingga meningkatkan tekanan terhadap jaringan pembayaran global seperti Mastercard dan Visa.
Pemerintah Presiden Amerika, Donald Trump sebelumnya memasukkan Pix dalam penyelidikan perdagangan yang diselesaikan pada Juli 2026.
Amerika Serikat menyoroti peran ganda bank sentral Brasil sebagai operator sekaligus regulator sistem tersebut. Hasil penyelidikan kemudian menjadi salah satu dasar penerapan tarif tambahan 25% terhadap sejumlah barang impor dari Brasil.
Bank sentral Brasil kembali menegaskan bahwa Pix merupakan "infrastruktur digital publik yang krusial" bagi negara tersebut.
Penggunaan Pix terus meningkat. Jumlah transaksi pada 2025 mencapai hampir 80 miliar transaksi, naik 25,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai transaksinya menembus 35 triliun real atau sekitar US$6,87 triliun.(DH)