Nvidia akan akuisisi aset AI startup Groq senilai US$20 miliar
Kamis, 25 Desember 2025

WASHINGTON - Perusahaan chip raksasa asal Amerika Serikat, Nvidia, dikabarkan telah menyepakati pembelian aset startup semikonduktor AI, Groq, dengan nilai sekitar US$20 miliar.
Jika terealisasi, ini akan menjadi akuisisi terbesar dalam sejarah Nvidia, mengutip dari cnbc.com.
Informasi ini diungkapkan oleh Alex Davis, CEO Disruptive, perusahaan modal ventura yang memimpin pendanaan terakhir Groq pada September lalu.
Menurut Davis, Nvidia akan membayar secara tunai untuk aset Groq, meski tidak mengakuisisi perusahaan secara keseluruhan.
"Groq Cloud akan terus beroperasi tanpa gangguan," kata Davis kepada CNBC Internasional, Kamis (25/12).
Ia menambahkan bahwa kesepakatan ini terjadi dengan cepat, dan bisnis cloud Groq tidak termasuk dalam transaksi.
Dalam blog resminya, Groq menyebut telah menandatangani perjanjian lisensi non-eksklusif dengan Nvidia untuk teknologi inferensi milik Groq, meski rincian kesepakatan tidak diungkapkan secara resmi.
Seiring transaksi ini, pendiri sekaligus CEO Groq Jonathan Ross, Presiden Groq Sunny Madra, dan sejumlah eksekutif senior akan bergabung dengan Nvidia untuk mendukung pengembangan dan ekspansi teknologi yang dilisensikan.
Meski demikian, Groq tetap beroperasi sebagai perusahaan independen, dengan Simon Edwards ditunjuk sebagai CEO baru, sementara layanan GroqCloud dijamin tetap berjalan tanpa gangguan.
CFO Nvidia, Colette Kress, menolak memberikan komentar terkait detail transaksi. Namun, dalam email internal yang diperoleh CNBC, CEO Nvidia Jensen Huang menyatakan bahwa kesepakatan ini akan memperluas kemampuan Nvidia di sektor AI.
"Kami berencana mengintegrasikan prosesor latensi rendah Groq ke dalam arsitektur pabrik AI NVIDIA, memperluas platform untuk melayani inferensi AI dan beban kerja real-time lebih luas lagi," tulis Huang. (DK)