Eneos berminat akuisisi saham Chevron di kilang Singapura
Kamis, 25 Desember 2025

JAKARTA — Perusahaan pengilangan minyak terbesar Jepang, Eneos, dilaporkan berada di posisi terdepan dalam persaingan untuk mengakuisisi saham milik Chevron di sebuah kilang minyak di Singapura. Proses transaksi disebut sudah mendekati tahap penyelesaian, meskipun masih berpotensi mengalami penundaan.
Dikutip dari Reuters, sumber yang mengetahui pembahasan tersebut menyebut Eneos saat ini mengungguli para penawar lain dalam upaya mengambil alih 50% kepemilikan Chevron di kilang tersebut. Namun demikian, belum ada kepastian resmi dari kedua belah pihak.
Chevron, dalam pernyataan tertulis kepada Reuters, menyatakan tidak memberikan komentar atas laporan tersebut. Sementara itu, Eneos menegaskan bahwa belum ada keputusan final yang diambil terkait transaksi ini.
Nilai keseluruhan kilang tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$1 miliar. Sejumlah pedagang komoditas global, termasuk Vitol dan Glencore, sebelumnya juga disebut siap mengajukan penawaran resmi atas saham Chevron.
Separuh kepemilikan lainnya di kilang tersebut berada di tangan perusahaan minyak milik negara China, PetroChina, melalui unit usahanya Singapore Petroleum.
Kilang yang berlokasi di Pulau Jurong itu merupakan salah satu dari tiga fasilitas pengolahan utama di Singapura, dengan kapasitas pengolahan minyak mentah sekitar 290.000 barel per hari.
Sebagai pusat perdagangan minyak terbesar di Asia sekaligus pelabuhan bunkering terbesar di dunia, Singapura memegang peran strategis dalam rantai pasok energi global. Produk hasil pengolahan dari kilang-kilang di negara tersebut umumnya dicampur, diperdagangkan, atau diekspor kembali ke berbagai pasar internasional.
Secara historis, Singapura memiliki dua pilar utama pengolahan minyak dan petrokimia. Pilar pertama adalah Shell, yang mengoperasikan fasilitas terpadu di Pulau Bukom.
Aset Shell tersebut kini telah berpindah kepemilikan ke Aster Chemicals and Energy, perusahaan patungan antara PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan Glencore.
Melalui Aster Group, TPIA dan Glencore menyiapkan investasi hingga US$2 miliar untuk pasar Singapura, dengan fokus pada integrasi energi dan petrokimia serta tetap membuka peluang akuisisi lanjutan di kawasan tersebut.
Pilar kedua adalah Chevron, yang mengoperasikan kilang di Pulau Jurong bersama PetroChina. Rencana divestasi Chevron atas sahamnya di kilang ini berpotensi menjadi titik penting berikutnya dalam perubahan lanskap energi Singapura. (DH/MT)