Inflasi AS diprediksi naik 3,4% pada Juli, tekan ekspektasi The Fed

Kamis, 13 Agustus 2026

image

WASHINGTON — Harga konsumen Amerika Serikat (AS) diperkirakan naik moderat pada Juli. Kondisi tersebut berpotensi semakin meredam ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) tahun ini.

Seperti dikutip Reuters, Rabu (12/8), para ekonom memperkirakan indeks harga konsumen (CPI) AS naik 0,1% pada Juli setelah turun 0,4% pada Juni. Penurunan pada Juni menjadi yang pertama dalam enam tahun terakhir. Secara tahunan, CPI diproyeksikan naik 3,4% setelah meningkat 3,5% pada Juni.

Data CPI tersebut dirilis setelah laporan pekan lalu menunjukkan penurunan mengejutkan pada jumlah tenaga kerja AS di bulan Juli. Para ekonom menilai bahwa posisi AS sebagai eksportir minyak bersih, serta penurunan persediaan minyak, dapat membantu meredam dampak guncangan harga minyak terhadap perekonomian akibat konflik di Timur Tengah.

Risiko inflasi masih cenderung meningkat karena belum ada penyelesaian konflik antara AS, Israel, dan Iran. Dalam wawancara yang dirilis Senin (10/8). Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa negosiator Iran merupakan “negosiator yang licik”

Trump juga menyebutkan bahwa sejumlah opsi yang dimilikinya terkait perang tersebut, termasuk membiarkan perekonomian Iran gagal atau melancarkan serangan yang "sangat, sangat keras".

"Saya tidak memperkirakan akan ada gejolak signifikan ketika angka tersebut dirilis. Saya juga tidak melihat The Fed akan menaikkan atau menurunkan suku bunga, kecuali kondisi ketenagakerjaan dan CPI memburuk," kata Sung Won Sohn, profesor keuangan dan ekonomi di Loyola Marymount University.

Kenaikan CPI secara bulanan diperkirakan mencerminkan penurunan lanjutan dari harga bensin. Berdasarkan data Energy Information Administration (EIA), harga bensin rata-rata mencapai US$4,064 per galon pada Juli. Angka tersebut mengalami penurunan dari US$4,184 per galon pada Juni dan US$4,609 per galon pada Mei.

 Sejalan dengan tren terakhir, harga pangan diperkirakan hanya akan naik tipis.

Sementara untuk harga barang, termasuk furnitur rumah tangga dan pakaian, diperkirakan menjadi salah satu pendorong kenaikan moderat CPI seiring dengan meredanya dampak kenaikan tarif terhadap harga.

Inflasi Masih Di Atas Target

Di luar komponen pangan dan energi yang volatil, CPI inti atau core CPI diperkirakan naik 0,2% pada Juli setelah tidak berubah pada Juni. Secara tahunan, core CPI diproyeksikan akan meningkat 2,5%.

Bank sentral AS menggunakan indeks harga Personal Consumption Expenditures (PCE) sebagai acuan utama untuk mencapai target inflasi 2%. Inflasi yang lebih rendah dapat semakin mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga, tetapi kondisi tersebut belum tentu melegakan konsumen karena pertumbuhan upah masih tertinggal dari kenaikan harga.

"Ini merupakan perbaikan, tetapi kedua angka tersebut masih sangat tinggi dan membebani konsumen," kata Tani Fukui, ekonom MetLife Investment Management.

Biaya hidup yang tinggi telah memperburuk pandangan masyarakat AS terhadap Trump. Kondisi tersebut juga berpotensi memengaruhi peluang Partai Republik dalam pemilu sela November yang akan menentukan kendali Kongres AS selama dua tahun kedepan.

Salah satu faktor yang membuat Trump memenangkan pemilu presiden 2024 adalah janjinya untuk menurunkan inflasi.

Inflasi inti diperkirakan terdorong oleh kenaikan kembali harga mobil dan truk bekas, serta barang yang berkaitan dengan pendidikan dan komunikasi. Tarif penerbangan juga diproyeksikan akan meningkat.Harga sewa diperkirakan akan naik tipis. 

Di sisi lain, para ekonom masih berbeda pandangan mengenai apakah harga kamar hotel dan motel akan melanjutkan tren penurunan.

Namun, inflasi core CPI yang rendah belum tentu tercermin pada indeks harga core PCE. Kondisi tersebut membuat sejumlah ekonom tetap memperkirakan The Fed akan memperketat kebijakan moneter pada September mendatang. 

Sebelum data CPI dirilis, para ekonom memperkirakan core PCE naik 0,2% secara bulanan setelah meningkat 0,1% pada Juni. Secara tahunan, core PCE diproyeksikan tumbuh 3,3%, sama seperti kenaikan pada Juni. Bobot komponen dalam keranjang core PCE berbeda dengan core CPI.

"Laporan yang sesuai dengan perkiraan kami akan memperkuat alasan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga pada September," kata Stephen Juneau, ekonom AS di Bank of America Securities. (ARF)