Harga beras turun saat Natal, telur dan cabai masih tidak stabil

Kamis, 25 Desember 2025

image

JAKARTA – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, rata-rata harga beras di tingkat konsumen mengalami penurunan.

Data Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 25 Desember menunjukkan, harga beras SPHP Bulog secara nasional tercatat Rp12.362 per kilogram, turun 8,43% dari harga eceran tertinggi (HET) Rp12.500–Rp13.500.

Penurunan terjadi di semua zona, mulai dari zona 1 sebesar Rp12.117/kg hingga zona 3 mencapai Rp12.955/kg.

Beras premium juga turun menjadi Rp15.336/kg, sementara beras medium tercatat Rp13.348/kg, turun 13,88% dari HET nasional.

Sementara itu, harga pangan berbasis protein hewani menunjukkan tren berbeda. Daging ayam ras tercatat Rp40.064/kg, sedikit naik dari HAP Rp40.000/kg, sedangkan telur ayam ras meningkat 3,67% menjadi Rp31.100/kg.

Harga ikan kembung, tongkol, dan bandeng masing-masing Rp43.536/kg, Rp35.288/kg, dan Rp35.507/kg. Untuk daging sapi murni tercatat Rp135.511/kg, daging kerbau segar lokal Rp140.833/kg, dan daging kerbau beku impor Rp102.963/kg.

Harga cabai rawit merah melonjak hingga Rp64.276/kg, naik 12,76% dari HAP nasional, sementara cabai merah keriting justru turun menjadi Rp50.149/kg.

Cabai merah besar dijual Rp43.053/kg. Komoditas lain seperti jagung pakan naik menjadi Rp6.723/kg, sedangkan kedelai impor turun menjadi Rp10.660/kg. Bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp44.077/kg dan Rp36.465/kg.

Minyak goreng kemasan dan curah masing-masing dijual Rp20.665/liter dan Rp17.552/liter, sementara Minyakita tetap di atas HET, yaitu Rp17.247/liter.

Harga tepung terigu kemasan Rp12.845/kg dan curah Rp9.600/kg, gula konsumsi Rp17.947/kg, serta garam konsumsi Rp11.483/kg.

Meski beras turun, fluktuasi harga telur, daging, dan cabai menunjukkan tekanan pasokan dan permintaan tetap mempengaruhi harga pangan menjelang Natal. (DK)