DEWA perkuat bisnis jangka panjang dengan empat pilar di 2026
Jumat, 26 Desember 2025

JAKARTA - PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menyiapkan strategi jangka panjang melalui empat pilar utama pada 2026.Direktur sekaligus Corporate Secretary DEWA, Mukson Arif Rosyidi, mengungkapkan bahwa strategi ini menjadi transformasi perusahaan dalam menghadapi dinamika industri jasa pertambangan ke depan.Pilar pertama adalah Transformation 2.0, yang menekankan perluasan basis klien dan pengembangan bisnis melampaui jasa pertambangan konvensional.Dalam tahap ini, DEWA juga mulai melakukan transisi penggunaan alat berat dari berbasis diesel menuju listrik, sekaligus membangun efisiensi biaya dan peningkatan produktivitas jangka panjang.Pilar kedua, DEWA mendorong perubahan budaya dan organisasi dengan menekankan kemandirian dan akuntabilitas di seluruh lini.Perseroan menargetkan terbentuknya organisasi berkinerja tinggi dengan disiplin eksekusi yang kuat, didukung kepemimpinan serta mentalitas pemenang di setiap level manajemen.Pada pilar ketiga ada dari teknologi dan inovasi, DEWA menempatkan teknologi sebagai pengungkit utama kinerja.Perusahaan mengadopsi pengambilan keputusan berbasis data dan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), otomasi, serta analitik untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional secara menyeluruh.Penerapan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI) mulai diimplementasikan pada peralatan operasional guna meningkatkan utilisasi aset dan produktivitas.Kemudian yang terakhir, pilar keempat DEWA menetapkan perspektif jangka panjang sebagai bagian dari strategi perusahaan guna membentuk arah pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dan bernilai tambah bagi para pemangku kepentingan.Melalui perspektif ini, sambung Mukson, DEWA menargetkan penetapan tujuan baru yang tidak hanya berfokus pada kinerja bisnis, tetapi juga mengubah cara perusahaan memberikan dampak bagi seluruh stakeholder.Selain itu, DEWA mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan dan peluang di masa depan melalui penguatan perencanaan strategis dan kesiapan organisasi.Selain empat pilar tersebut, DEWA juga menyiapkan strategi ekspansi melalui pendekatan organik dan non-organik."Ekspansi organik dilakukan dengan meningkatkan kapasitas produksi dari proyek-proyek existing melalui penambahan volume," kata Mukson.Sementara itu, ekspansi non-organik diarahkan pada peningkatan kapasitas melalui akuisisi maupun pengembangan proyek baru, termasuk proyek di luar grup.Sebagai informasi, Perseroan juga membuka peluang ekspansi ke sektor non-batubara, khususnya proyek-proyek mineral, sebagai bagian dari diversifikasi bisnis jangka panjang.Di sisi lain, DEWA menandatangani perjanjian kredit senilai Rp1 triliun dengan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) pada Jumat, 19 Desember 2025.Direktur sekaligus Corporate Secretary DEWA, Mukson Arif Rosyidi, mengatakan ada dua fasilitas yang diterima oleh perseroan, yaitu kredit modal kerja dan investasi.Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke bursa pada Jumat (19/12), Mukson menjelaskan fasilitas kredit modal kerja yang diterima DEWA senilai Rp850. (DK)