Rusia percepat pengembangan jaringan satelit mirip Starlink
Jumat, 14 Agustus 2026
KYIV — Rusia tengah mempercepat pengembangan jaringan internet satelit Rassvet yang dirancang menyerupai Starlink milik SpaceX. Ukraina menyebut Rusia menargetkan hampir 300 satelit akan mengorbit pada 2027.
Seperti dikutip Reuters, seorang pejabat intelijen Ukraina mengatakan bahwa Rusia saat ini memiliki 16 satelit dalam sistem Rassvet. Moskow disebut mempercepat peluncuran satelit tersebut dibandingkan rencana awal.
Jaringan Starlink milik SpaceX, yang beroperasi di Ukraina tetapi tidak di Rusia, telah memberikan keuntungan bagi Kyiv dalam pengoperasian drone dan komunikasi di medan perang.
Pasukan Rusia sebelumnya menggunakan terminal Starlink yang diperoleh melalui pasar gelap di Ukraina. Namun, Kyiv berhasil melobi SpaceX untuk menonaktifkan terminal tersebut pada awal tahun ini. Langkah itu menjadi salah satu faktor yang mengubah momentum pertempuran ke arah Ukraina.
Dalam wawancara dengan media Ukraina RBC-Ukraine, Mayor Jenderal Vadym Skibitskyi, mengatakan bahwa sistem Rassvet saat ini hanya dapat beroperasi secara berkala. Layanan tersebut aktif ketika salah satu satelit melintas di atas wilayah Ukraina.
Rusia berencana membangun konstelasi 292 satelit pada 2027 dan meningkatkannya menjadi 924 satelit pada 2035, kata Skibitskyi, yang menjabat wakil kepala badan intelijen militer Ukraina, GUR.
"Setelah Rusia menyebarkan konstelasi satelit secara penuh, sistem tersebut akan beroperasi seperti Starlink. Pembahasan mengenai cara menghadapinya sudah berlangsung," ujarnya.
Kapasitas rudal meningkatRusia juga terus menggempur Ukraina menggunakan berbagai rudal supersonik ketika persediaan rudal pencegat Kyiv semakin menipis.
Skibitskyi mengatakan Rusia telah mencapai target produksi tahunan rudal Zircon dan Oniks dalam tujuh bulan pertama tahun ini. Produksi rudal Rusia juga disebut telah melampaui target 2026 sebesar 10%-20%.
Menurut dia, industri rudal balistik Ukraina yang sedang berkembang, bersama fasilitas produksi drone, kini menjadi sasaran utama kampanye serangan rudal Rusia.
Skibitskyi menambahkan bahwa persediaan rudal balistik Iskander-M Rusia diperkirakan mencapai sekitar 130 unit. Sebanyak 65 rudal baru diproduksi pada Juli. (ARF)