Indonesia: Latihan militer dengan China kegiatan rutin
Kamis, 13 Agustus 2026
JAKARTA/TAIPEI — TNI Angkatan Laut menyebutkan bahwa latihan militer bersama China di perairan timur Taiwan sebagai latihan rutin dan tidak ada hubungannya dengan latihan perang. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Taiwan mengecam kegiatan tersebut dan menilainya sebagai kegiatan militer yang provokatif.
Seperti dikutip Reuters, pada Rabu (12/8), China mengatakan bahwa latihan tersebut berlangsung di perairan timur Taiwan dan melibatkan kapal perang dari kedua negara. Beijing juga menyebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan "navigation exercise".
Namun, Taipei mengecam kegiatan tersebut dan menilainya sebagai provokasi militer.
China menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya. Pada Juni, China juga mulai melakukan patroli penjaga pantai di lepas pantai timur Taiwan. Langkah tersebut memicu kemarahan Taipei serta kekhawatiran Washington dan sejumlah negara Barat.
Latihan itu menjadi operasi pertama China bersama militer asing di perairan Taiwan. Militer China mengatakan kapal angkatan laut China dan Indonesia telah menyelesaikan latihan pada Rabu pagi (12/8).
Latihan tersebut mencakup komunikasi maritim, manuver formasi, dan pengisian logistik di laut. China mengatakan latihan militer itu menunjukkan tingginya keinginan dari kedua negara untuk bekerja sama secara praktis serta bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.
TNI AL mengatakan kapal KRI I Gusti Ngurah Rai, akan melakukan "passing exercise" dengan sejumlah negara, termasuk China, Jepang, dan Armada ke-7 Angkatan Laut Amerika Serikat, dalam perjalanan pulang setelah kunjungan ke Rusia. TNI AL menegaskan kegiatan tersebut sama sekali tidak berterkaitan dengan "war fighting".
Juru bicara TNI AL, Tunggul, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tradisi yang lazim dilakukan angkatan laut ketika melintas di wilayah maritim negara lain. Ia tidak secara khusus menyebut China.
Pengumuman dari China disampaikan saat Wakil Menteri Pertahanan Amerika Serikat untuk Kebijakan, Elbridge Colby, bertemu dengan Menteri Pertahanan Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, di Jakarta pada Selasa (11/8).
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa Washington meminta China untuk menghentikan tekanan militernya terhadap Taiwan dan memilih dialog yang bermakna dengan Taipei.
"Kami menyerukan kepada negara-negara lain untuk mendorong penyelesaian yang damai atas isu lintas Selat Taiwan, bukan memperkuat narasi Beijing yang mengganggu stabilitas," kata juru bicara tersebut.
Taiwan Kecam LatihanPada Selasa (11/8), Dewan Urusan Daratan Taiwan atau Mainland Affairs Council (MAC) menyebut latihan tersebut sebagai "provokasi militer". Taiwan meminta Beijing segera menghentikan tindakan yang dinilai berbahaya itu.
MAC menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk manipulasi politik. Menurut lembaga tersebut, China berupaya menciptakan kesan di mata masyarakat internasional bahwa Beijing memiliki kewenangan atas perairan di sebelah timur Taiwan.
Seorang pejabat senior keamanan Taiwan mengatakan kepada Reuters bahwa China menggambarkan interaksi normal berupa "passex" sebagai operasi bersama yang memiliki makna militer.
"Angkatan laut dari berbagai negara rutin melakukan hal ini dan Taiwan juga tidak terkecuali," kata pejabat tersebut. Ia berbicara tanpa menyebutkan nama karena sensitivitas isu tersebut.
Asisten Deputi Kepala Staf Umum bidang intelijen Taiwan, Wu Tien-jen, mengatakan kepada parlemen pada Rabu (12/8) bahwa kapal perang Indonesia sedang dalam perjalanan pulang melalui Jepang. Menurutnya, kapal tersebut tidak secara khusus menuju lokasi untuk mengikuti latihan.
Kapal itu berada sekitar 70-80 mil laut dari pantai timur Taiwan, di wilayah Samudra Pasifik, katanya.
"Secara militer, kegiatan ini tidak berdampak langsung terhadap Taiwan. Namun, kegiatan ini memiliki signifikansi geopolitik," ujar Wu.
Surat kabar Global Times yang didukung pemerintah China mengutip pakar militer Zhang Junshe yang mengatakan kegiatan tersebut menunjukkan hak kedaulatan China atas perairan di sebelah timur Taiwan.
"Mengundang kapal asing untuk melakukan latihan di perairan yang berada di bawah yurisdiksi China sepenuhnya normal dan wajar," kata Zhang.
Taiwan Gelar LatihanTaiwan saat ini tengah menggelar latihan militer tahunan Han Kuang untuk menyimulasikan upaya menghadapi serangan China.
China tidak mengakui klaim kedaulatan pemerintah Taiwan. Militer China juga beroperasi di sekitar Taiwan hampir setiap hari.
Seperti kebanyakan negara, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan. Namun, lebih dari 300.000 pekerja migran Indonesia berada di pulau tersebut.
Pemerintah Taiwan menegaskan bahwa hanya rakyat Taiwan yang berhak menentukan masa depan mereka. Taipei juga berulang kali mengecam tekanan militer China. (ARF)