KPI–Pertachem perkuat hilirisasi petrokimia serta ekonomi nasional
Jumat, 26 Desember 2025

JAKARTA – PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) memperpanjang kerja sama penjualan dan pembelian produk petrokimia dengan PT Pertamina Petrochemical Trading (Pertachem) sebagai bagian dari penguatan agenda hilirisasi industri nasional.
Dikutip dari voi.id, Direktur Feedstock and Product Optimization KPI Erwin Suryadi menilai kolaborasi tersebut memiliki nilai strategis karena memperkuat sinergi bisnis di dalam ekosistem Pertamina sekaligus memberi kontribusi langsung terhadap perekonomian nasional.
“Kerja sama ini bukan hanya soal bisnis, tetapi juga bagian dari upaya bersama untuk memperkuat ketahanan industri petrokimia nasional serta mendukung agenda hilirisasi industri,” ujar Erwin, Senin, 22 Desember.
Meski berada dalam satu grup usaha, KPI dan Pertachem memiliki fungsi bisnis yang berbeda. KPI berperan sebagai produsen produk petrokimia dari kilang, sementara Pertachem bertindak sebagai entitas perdagangan yang mengelola pemasaran, distribusi, serta optimalisasi penyerapan produk ke pasar domestik maupun ekspor. Oleh karena itu, kerja sama dilakukan melalui kontrak komersial untuk memastikan transparansi, efisiensi, dan tata kelola yang sehat.
Kerja sama yang telah terjalin sejak 2021 tersebut kini diperluas melalui penandatanganan tiga perjanjian utama. Kesepakatan itu meliputi perpanjangan penjualan produk aromatik, olefin, dan resin polytam, serta perjanjian baru untuk pemasaran produk kimia khusus.
KPI menilai kolaborasi ini akan memberikan efek berganda bagi industri hilir. Produk petrokimia yang dipasok dari kilang KPI diharapkan dapat terserap optimal oleh industri domestik dan diolah lebih lanjut menjadi berbagai produk turunan bernilai tambah.
Menurut Erwin, proses tersebut membuka peluang penciptaan lapangan kerja, meningkatkan daya saing industri nasional, serta menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor produk petrokimia.
Ia juga menekankan besarnya potensi industri petrokimia di dalam negeri, yang tidak hanya menopang sektor manufaktur, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan industri hulu minyak dan gas.
“Sinergi dan kolaborasi di dalam ekosistem Pertamina menjadi kunci, karena tujuan kami adalah memastikan produk terserap oleh mitra usaha secara berkelanjutan, sehingga manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” kata Erwin.
Dengan perluasan kerja sama ini, KPI dan Pertachem diharapkan mampu menjadi motor penggerak penguatan industri petrokimia nasional sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah di dalam negeri. (DH)