Kekayaan Jonathan Ross melesat usai Nvidia akuisis Groq, siapa dia?

Jumat, 26 Desember 2025

image

JAKARTA – Nvidia dilaporkan telah menyepakati akuisisi aset startup chip kecerdasan buatan (AI) Groq, perusahaan yang didirikan oleh insinyur ternama Jonathan Ross, dengan nilai transaksi sekitar US$20 miliar secara tunai.

Kesepakatan ini, sebagaimana dilaporkan CNBC pada Rabu (24/12), disebut sebagai akuisisi terbesar sepanjang sejarah Nvidia.

Informasi tersebut disampaikan oleh Alex Davis, CEO Disruptive, perusahaan modal ventura yang telah menanamkan lebih dari US$500 juta di Groq sejak tahap awal.

Groq didirikan pada 2016 oleh Jonathan Ross bersama Douglas Wightman. Keduanya sebelumnya dikenal sebagai arsitek utama dalam pengembangan Tensor Processing Unit (TPU) milik Google—chip khusus yang menjadi fondasi strategi AI raksasa teknologi tersebut.

Namun, dilansir hindustantimes.com, Wightman meninggalkan Groq pada Juli 2019 dan tidak lagi terlibat dalam manajemen perusahaan, menjadikan Ross sebagai figur sentral dan pemimpin utama Groq hingga saat ini.

Meski nilai transaksi disebut mencapai US$20 miliar, Groq menyebut kesepakatan tersebut sebagai perjanjian lisensi non-eksklusif. Dalam skema ini, Ross dan sejumlah eksekutif senior Groq akan bergabung dengan Nvidia sebagai karyawan, sementara Groq tetap beroperasi sebagai entitas independen.

Manajemen Groq akan dipimpin oleh Simon Edwards, yang sebelumnya menjabat sebagai CFO, sebagai CEO baru.

Menurut Davis, Nvidia akan mengambil alih seluruh aset teknologi Groq, kecuali bisnis layanan cloud milik perusahaan yang baru diluncurkan dan secara eksplisit tidak termasuk dalam kesepakatan.

Langkah ini dipandang semakin memperkuat dominasi Nvidia di industri chip AI, khususnya dalam menghadapi persaingan dengan pemain-pemain baru di bidang akselerator inferensi dan komputasi AI berperforma tinggi.

Jonathan Ross dikenal sebagai salah satu arsitek chip AI paling berpengaruh di dunia. Sebelum mendirikan Groq, Ross menghabiskan hampir satu dekade di Google dan menjadi tokoh kunci di balik lahirnya TPU generasi awal—chip yang memungkinkan Google mempercepat adopsi machine learning secara masif.

Di Groq, Ross mengusung pendekatan arsitektur prosesor yang berbeda dari GPU konvensional, dengan fokus pada determinisme, latensi rendah, dan efisiensi komputasi AI, terutama untuk kebutuhan inferensi skala besar.

Nilai kekayaan bersih Ross tidak pernah dipublikasikan secara resmi, sebagaimana lazim terjadi pada pendiri startup teknologi. Sejak berdiri, Groq telah menghimpun pendanaan lebih dari US$1,75 miliar hingga September 2025, sehingga kepemilikan saham Ross mengalami dilusi.

Pada Agustus 2024, Groq memperoleh pendanaan US$640 juta dengan valuasi pasca-pendanaan US$2,8 miliar, disusul pendanaan US$750 juta pada September 2025 dengan valuasi pra-pendanaan US$6,9 miliar.

Berdasarkan pola umum pendanaan startup tahap lanjut, kepemilikan Ross diperkirakan berada di kisaran 5–15%. Dengan asumsi porsi tersebut terbawa hingga transaksi dengan Nvidia, kekayaan bersih Jonathan Ross diperkirakan melonjak ke rentang US$1 miliar hingga US$3 miliar pasca-akuisisi. (DK)