IFG Life cetak laba Rp482,12 miliar, melonjak 162,9% pada 2025

Jumat, 14 Agustus 2026

image

JAKARTA - PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life), anggota IFG yang merupakan BUMN holding asuransi, penjaminan, dan investasi, membukukan laba bersih sebesar Rp482,12 miliar pada 2025. Angka tersebut melonjak 162,9% dibandingkan dengan laba pada 2024.

Pertumbuhan juga tercatat pada pendapatan jasa asuransi yang naik 11,7% menjadi Rp6,56 triliun. Sementara itu, total aset IFG Life mencapai Rp32,84 triliun dengan tingkat Risk-Based Capital (RBC) sebesar 180,16%.

Rasio RBC tersebut berada jauh di atas batas minimum yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menunjukkan posisi permodalan perusahaan yang kuat dalam memenuhi kewajiban kepada pemegang polis.

Direktur Keuangan merangkap Plt. Direktur Utama IFG Life, Ryan Diastana Firman, mengatakan pencapaian sepanjang 2025 merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam memperkuat fondasi bisnis sekaligus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan pengelolaan risiko.

"Kami meyakini bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui fundamental perusahaan yang kuat. Karena itu, kami terus memperkuat kualitas bisnis, menerapkan tata kelola yang baik, serta mengelola investasi dan risiko secara prudent," ujarnya, dalam Press Release di laman resmi IFG Life, Kamis (13/8).

Menurut dia, kinerja 2025 menjadi cerminan dari upaya tersebut sekaligus memperkuat kemampuan IFG Life dalam memenuhi komitmen kepada seluruh pemegang polis.

Kinerja operasional IFG Life juga didukung pengelolaan portofolio bisnis yang disiplin, strategi investasi yang terukur, serta fokus terhadap pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.

Penerapan PSAK 117 bagi industri asuransi jiwa pada 2025 turut menjadi momentum bagi IFG Life untuk meningkatkan transparansi dan kualitas pelaporan keuangan.

Ke depan, IFG Life akan memperkuat fundamental bisnis melalui inovasi produk dan layanan, kolaborasi strategis dengan berbagai mitra, serta pengelolaan investasi yang prudent.

Perusahaan menilai kinerja yang sehat tidak hanya mencerminkan pertumbuhan bisnis, tetapi juga menjadi fondasi untuk membangun dan menjaga kepercayaan masyarakat. (DK)