Apple-Alibaba kerja sama kembangkan model AI khusus pasar China

Minggu, 16 Agustus 2026

image

CALIFORNIA - Apple telah melatih large language model (LLM) khusus untuk pasar China, menurut tiga orang yang mengetahui hal tersebut.

Seperti dikutip Reuters, langkah ini menandai perubahan strategi bagi produsen iPhone yang sebelumnya mengandalkan model AI pihak ketiga untuk menghadirkan fitur kecerdasan buatan di negara tersebut.

Model AI tersebut dikembangkan melalui kerja sama dengan Alibaba Group dan dilatih dengan dukungan perusahaan teknologi China itu, kata sumber-sumber tersebut.

Sumber-sumber tersebut meminta identitasnya dirahasiakan karena informasi tersebut bersifat sensitif dan belum dipublikasikan.

Pelatihan model khusus China oleh Apple sebelumnya belum pernah dilaporkan. Selama ini, Apple cenderung mengandalkan model dari mitra domestik untuk menghadirkan AI generatif pada iPhone dan perangkat lainnya yang dijual di China.

Model AI asal AS seperti Claude milik Anthropic dan ChatGPT milik OpenAI, yang dipadukan Apple dengan teknologinya sendiri di pasar AS, tidak tersedia di China.

Apple dan Alibaba tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Apple Intelligence, rangkaian fitur AI milik Apple, diperkirakan mulai diluncurkan di China dalam beberapa bulan mendatang setelah pembaruan sistem operasi iOS, menurut sumber tersebut.

Model AI khusus China yang dikembangkan sendiri akan memberi Apple kendali lebih besar atas pengalaman AI di salah satu pasar luar negeri paling kompetitifnya.

Di pasar tersebut, Apple telah kehilangan pangsa terhadap pesaing lokal seperti Huawei, yang bergerak lebih cepat menghadirkan ponsel dengan fitur AI.

Rencana peluncuran tersebut menunjukkan strategi dua jalur Apple dalam penerapan AI di China.

Strategi ini memungkinkan perusahaan melewati berbagai hambatan regulasi yang ketat dan selama ini membatasi akses banyak perusahaan teknologi AS ke pasar China.

Langkah tersebut juga berpotensi menjadikan Apple sebagai perusahaan asing pertama yang mendapat persetujuan Beijing untuk menawarkan model AI miliknya sendiri di China.

Hal ini menjadi bentuk kerja sama yang cukup langka antara perusahaan teknologi AS dan China di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan dan diplomatik kedua negara terkait teknologi AI.

Langkah Apple tersebut mengikuti proses regulasi yang panjang yang berakhir bulan lalu.

Saat itu, Cyberspace Administration of China (CAC), regulator internet China, mendaftarkan layanan AI generatif Apple sehingga membuka jalan bagi Apple Intelligence untuk pertama kalinya hadir di iPhone yang dijual di China.

Dalam skema tersebut, model Qwen milik Alibaba akan diintegrasikan ke dalam versi Apple Intelligence yang tersedia pada model iPhone, iPad, Mac, dan Vision Pro yang kompatibel di China.

Layanan tersebut juga dijadwalkan menggunakan teknologi dari Baidu, seperti yang dilaporkan Reuters pada Juli.

Pekan lalu, Apple sempat menerbitkan panduan berbahasa China yang menjelaskan bagaimana pengguna Mac yang memenuhi syarat di China daratan dapat menghubungkan Qwen dengan asisten digital Siri dan fitur Writing Tools.

Pengaturan khusus Mac tersebut berpotensi membantu Apple bersaing di pasar PC berbasis AI di China.

Namun, Apple kemudian menghapus panduan tersebut tanpa memberikan penjelasan.

Saham Alibaba yang tercatat di AS sempat naik sekitar 4% dalam perdagangan pra-pasar setelah kabar mengenai pendaftaran pada Juli.

Kenaikan tersebut menunjukkan ekspektasi investor bahwa kerja sama Apple dan Alibaba dapat mengubah lanskap ekosistem AI di China.

Kemitraan Apple dengan Alibaba pertama kali dikonfirmasi pada Februari 2025. Saat itu, Chairman Alibaba Joe Tsai, dalam World Governments Summit di Dubai, mengatakan bahwa Apple akan menggunakan teknologi AI Alibaba untuk mendukung perangkatnya di China.

“Mereka berbicara dengan sejumlah perusahaan di China. Pada akhirnya, mereka memilih untuk bekerja sama dengan kami,” ujar Tsai saat itu.

Peluncuran layanan tersebut kemudian tertunda karena Apple harus menyesuaikan fitur-fitur AI miliknya dengan regulasi China.

China tetap menjadi pasar penting bagi Apple dan menyumbang porsi signifikan terhadap pendapatan perusahaan.

Tidak tersedianya fitur AI pada iPhone di China sebelumnya disebut sebagai salah satu faktor yang menekan penjualan, ketika konsumen mulai beralih ke merek-merek lokal yang menawarkan asisten AI bawaan.

Namun, hingga kini belum jelas sejauh mana model AI yang dilatih sendiri oleh Apple akan digunakan bersama model AI pihak ketiga dari perusahaan China, serta bagaimana berbagai model tersebut akan bekerja secara bersamaan. (DK)