Italia minta Meta hentikan 'monopoli' chatbot di WhatsApp

Jumat, 26 Desember 2025

image

MILAN - Otoritas persaingan usaha Italia, AGCM, memerintahkan Meta Platforms untuk menghentikan sementara ketentuan kontrak tertentu di WhatsApp yang dinilai berpotensi menutup akses chatbot kecerdasan buatan (AI) pesaing.

Dikutip reuters.com, langkah ini diambil di tengah penyelidikan atas dugaan penyalahgunaan posisi dominan oleh perusahaan teknologi asal Amerika Serikat tersebut.

AGCM menilai kebijakan Meta berisiko membatasi akses pasar, output, serta pengembangan teknologi di pasar layanan chatbot AI, yang pada akhirnya dapat merugikan konsumen. Regulator menyebut ketentuan kontraktual tersebut berpotensi menghalangi pesaing Meta AI untuk beroperasi di ekosistem WhatsApp.

Menanggapi keputusan itu, Meta menyatakan keberatan dan memastikan akan menempuh jalur hukum. Juru Bicara Meta menyebut keputusan regulator Italia sebagai fundamentally flawed, seraya menjelaskan bahwa kehadiran chatbot AI telah memberikan tekanan pada sistem WhatsApp yang sebenarnya tidak dirancang untuk menanggungnya. Meta juga menegaskan, “Kami akan mengajukan banding.”

Penyelidikan terhadap Meta pertama kali dibuka pada Juli lalu terkait dugaan penyalahgunaan posisi dominan WhatsApp. Pada November, cakupan pemeriksaan diperluas untuk mencakup pembaruan ketentuan pada platform bisnis WhatsApp.

Kasus ini tidak berdiri sendiri. Regulator antimonopoli Uni Eropa juga meluncurkan penyelidikan paralel terhadap Meta bulan lalu dengan tuduhan serupa. Otoritas Italia menyatakan tengah berkoordinasi dengan Komisi Eropa untuk memastikan penanganan kasus tersebut dilakukan dengan cara yang paling efektif.

Langkah tegas Italia menambah daftar tekanan regulator Eropa terhadap perusahaan Big Tech, seiring upaya Uni Eropa menahan dominasi raksasa teknologi. Sikap ini kontras dengan pendekatan regulasi yang lebih longgar di Amerika Serikat, dan telah memicu penolakan dari industri teknologi serta kritik dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump.(DH)