Harga emas dan perak menguat di tengah ketegangan global

Jumat, 26 Desember 2025

image

JAKARTA – Harga emas dan perak kembali mencatat kenaikan signifikan pada akhir pekan ini, didorong oleh ketegangan geopolitik dan ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS.

Harga emas naik ke US$4.510 per ons pada Jumat (26/12), setelah sebelumnya sempat menembus rekor tertinggi US$4.530 di sesi perdagangan.

Berdasarkan data tradingeconomics.com, lonjakan ini terjadi karena tingginya permintaan safe-haven akibat blokade pengiriman minyak Venezuela, konflik Rusia-Ukraina, serta serangan militer Washington terhadap ISIS di Nigeria.

Pasar juga memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga sebanyak dua kali 0,25 poin kuartal tahun depan menyusul melambatnya inflasi dan pelunakan kondisi pasar tenaga kerja.

Sejak awal tahun, harga emas telah meningkat lebih dari 70%, mencatat kenaikan tahunan terbesar sejak 1979, didukung oleh pembelian bank sentral dan aliran dana ke ETF emas.

Sementara itu, harga perak melonjak lebih dari 4% ke level US$74,8 per ons pada hari ini, mencatat kenaikan lima hari berturut-turut dan memecahkan rekor baru.

Kenaikan ini juga didorong sentimen investor yang tinggi, gangguan pasokan global, pembelian bank sentral, kekhawatiran atas pelemahan mata uang, dan meningkatnya utang global.

Sepanjang tahun ini, harga perak telah meroket sekitar 158%, didukung oleh defisit pasokan struktural, permintaan industri yang kuat, serta pengakuan sebagai mineral kritis AS.

Sebelumnya, Seperti dikutip reuters.com, harga emas spot turun 0,2% menjadi US$4.479,38 per ons. Kemudian, harga perak sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$72,70 per ons (DK)