Emas naik 0,2%, investor cermati arah suku bunga The Fed
Rabu, 19 Agustus 2026
JAKARTA - Harga emas menguat tipis pada perdagangan awal Asia, Rabu (19/8), setelah imbal hasil obligasi Amerika Serikat (AS) menurun dari level tertingginya. Investor kini menunggu risalah rapat terbaru Federal Reserve (The Fed) untuk membaca arah kebijakan suku bunga.
Seperti dikutip Reuters, harga emas spot naik 0,2% menjadi US$4.342,33 per troy ounce pada pukul 00.30 GMT. Penguatan tersebut terjadi setelah harga emas anjlok hampir 2% pada perdagangan Selasa (18/8).
Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 0,6% menjadi US$4.396,30 per troy ounce.
Imbal hasil Treasury AS sebelumnya sempat meningkat, tetapi kemudian berbalik turun di tengah aksi jual obligasi global. Tekanan tersebut mendorong biaya pinjaman jangka panjang di sejumlah negara maju mendekati level tertinggi dalam beberapa dekade.
Pergerakan harga emas juga dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Presiden AS Donald Trump mengatakan tidak ada pembicaraan yang berlangsung dengan Iran dan menegaskan Selat Hormuz terbuka. Pernyataan tersebut bertentangan dengan klaim Iran yang menyebut jalur pelayaran strategis itu masih tertutup.
Minimnya prospek kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir enam bulan turut mendorong harga minyak.
Kenaikan harga energi berpotensi memperkuat tekanan inflasi dan meningkatkan alasan bagi bank sentral AS untuk mempertahankan suku bunga tinggi.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi emas. Meskipun emas dikenal sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kenaikan suku bunga biasanya menekan harga emas karena memperkuat dolar AS sekaligus meningkatkan daya tarik aset berbasis imbal hasil.
The Fed dijadwalkan merilis risalah pertemuan terbaru Federal Open Market Committee (FOMC) pada pukul 18.00 GMT.
Investor akan mencermati pandangan para pejabat bank sentral mengenai inflasi, pasar tenaga kerja, serta kemungkinan perubahan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada September mencapai 65%, sedangkan peluang kenaikan suku bunga berada di level 35%.
Di Inggris, mayoritas ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan Bank of England (BoE) mempertahankan suku bunga di level 3,75% hingga akhir tahun. Proyeksi tersebut mencerminkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi yang masih bertahan.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,5% menjadi US$62,99 per ounce. Platinum naik 0,3% menjadi US$1.717,03 per ounce, sedangkan palladium melemah 0,3% menjadi US$1.286,73 per ounce.(DH)