Rights issue BMAS berpotensi gerus porsi pemegang saham hingga 13,71%

Rabu, 19 Agustus 2026

image

JAKARTA - PT Bank Kasikorn Indonesia Tbk (BMAS), yang sebelumnya bernama PT Bank Maspion Indonesia Tbk, telah menerbitkan rencana penambahan modal melalui skema Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu IV (PMHMETD IV) atau rights issue.

Informasi terbaru dari Perseroan menyebutkan bahwa pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam aksi korporasi Perseroan tersebut berpotensi mengalami dilusi kepemilikan maksimal 13,71%.

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan pada Rabu (19/8), BMAS mengonfirmasi rencana penerbitan sebanyak-banyaknya 2,87 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham dalam rights issue mendatang.

Jumlah tersebut setara dengan 15,88% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan saat ini.

Manajemen BMAS menyatakan PMHMETD IV bertujuan memperkuat struktur permodalan perseroan sekaligus memberikan kesempatan kepada investor untuk berpartisipasi dalam meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.

Seluruh dana bersih yang diperoleh dari rights issue, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, akan digunakan sepenuhnya sebagai modal kerja untuk meningkatkan penyaluran kredit perseroan.

Pelaksanaan aksi korporasi tersebut terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Sementara itu, saham BMAS bergerak menguat pada perdagangan Rabu (19/8). Hingga sesi II pukul 14.48 WIB, saham BMAS naik 1,21% ke level Rp500 per saham.

Dalam sebulan terakhir, saham BMAS tercatat menguat 2,46%. Namun, sejak awal 2026, saham mengalami penurunan sebesar 22,48%. (DK/ZH)