HATM private placement Rp320 miliar, dilusi saham publik capai 9,09%
Rabu, 19 Agustus 2026
JAKARTA - PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) akan melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement senilai Rp320 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi Perseroan, Rabu (19/8) aksi korporasi ini berpotensi menyebabkan kepemilikan pemegang saham publik terdilusi maksimal 9,09%.
Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 868 juta saham baru dengan nilai nominal Rp50 per saham. Jumlah tersebut setara maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.
Seluruh saham baru akan diambil oleh PT Multi Sarana Nasional (MSN) sebagai pembeli siaga sekaligus pemodal terafiliasi.
Dari aksi tersebut, HATM diperkirakan memperoleh dana segar sebesar Rp320 miliar. Dana bersih setelah dikurangi biaya transaksi akan digunakan untuk belanja modal dan memperkuat struktur keuangan perseroan.
Sebagian dana akan dialokasikan untuk penambahan aset berupa armada kapal baru, sedangkan sisanya digunakan untuk pembayaran pinjaman bank.
Berdasarkan proyeksi per 31 Maret 2026 setelah pelaksanaan PMTHMETD, aset lancar HATM akan meningkat dari Rp503 miliar menjadi Rp823 miliar.
Total aset naik dari Rp1,888 triliun menjadi Rp2,208 triliun, sementara ekuitas meningkat dari Rp1,609 triliun menjadi Rp1,929 triliun.
Adapun total liabilitas diproyeksikan tidak berubah dan tetap sekitar Rp278,43 miliar.
Private placement juga mengubah struktur kepemilikan HATM. Porsi PT Habco Primatama sebagai pemegang saham pengendali akan turun dari 66,34% menjadi 60,31%.
Sebaliknya, kepemilikan PT Multi Sarana Nasional meningkat dari 20,11% menjadi 27,37% setelah menyerap seluruh saham baru.
Sementara itu, porsi masyarakat atau free float turun dari 13,29% menjadi 12,08%. Total saham HATM bertambah dari 8,68 miliar saham menjadi 9,548 miliar saham.
Meski terjadi perubahan komposisi kepemilikan, aksi korporasi tersebut tidak mengubah pengendali HATM. PT Habco Primatama tetap menjadi pemegang saham pengendali perseroan.
Sebagai informasi, PT Multi Sarana Nasional merupakan perusahaan yang berkedudukan di Pekanbaru, Riau, dan bergerak di bidang aktivitas keuangan serta holding.
Transaksi tersebut dikategorikan sebagai transaksi afiliasi karena terdapat kesamaan pengurus antara HATM dan MSN.
Beberapa pengurus yang tercatat memiliki keterkaitan antara kedua perusahaan tersebut antara lain Andrew Kam, Cosmas Kiardi, dan Hasanul Arifin Hasibuan.
Adapun ultimate beneficial owner (UBO) MSN adalah Benny, Cosmas Kiardi, dan Hasanul Arifin Hasibuan.
Pelaksanaan PMTHMETD membutuhkan persetujuan terlebih dahulu dari pemegang saham independen melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
RUPSLB dijadwalkan berlangsung pada 21 Agustus 2026. Setelah memperoleh persetujuan, pelaksanaan PMTHMETD ditargetkan berlangsung paling lambat hingga akhir Desember 2026.
Pada perdagangan saham hari ini, Rabu (19/8), harga saham HATM naik tipis 1,57% ke level Rp645 per lembar.
Dalam sebulan terakhir saham HATM naik signifikan hingga 48,62% dan sejak awal 2026 melonjak 53,57%. (DK)