Departemen Keuangan Amerika tetap inginkan tahun 2026 bunga dipangkas

Minggu, 28 Desember 2025

image

JAKARTA – Pemerintahan Presiden Donald Trump optimistis ekonomi Amerika Serikat mampu tumbuh di kisaran 3% tahun depan tanpa menghalangi langkah The Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga.

Penasihat Menteri Keuangan AS Joe Lavorgna menegaskan bahwa ekspansi ekonomi saat ini didorong oleh kebijakan deregulasi dan belanja modal yang memperkuat sisi penawaran (supply side), sehingga pertumbuhan tinggi tidak serta-merta memicu inflasi.

Seperti dilansir dari finance.yahoo.com (24/12), Lavorgna memperingatkan bahwa jika inflasi terus melandai sementara suku bunga nominal ditahan, maka suku bunga riil (real rates) secara efektif akan mengetat dan semakin membebani ekonomi.

Ia menilai pemangkasan bunga tetap krusial karena sektor yang sensitif terhadap bunga masih sangat lemah, terlihat dari kontraksi investasi struktur non-perumahan sebesar 6,3% pada kuartal ketiga, meskipun PDB keseluruhan tumbuh kuat 4,3%.

Pandangan agresif pejabat Departemen Keuangan ini sedikit berseberangan dengan proyeksi internal pejabat The Fed yang saat ini hanya menjadwalkan satu kali pemangkasan bunga untuk tahun depan.

Presiden Trump sendiri telah menyuarakan kriteria tegas untuk Ketua The Fed berikutnya, yakni sosok yang bersedia menurunkan suku bunga saat pasar berkinerja baik, alih-alih menghambat momentum ekonomi karena kekhawatiran spekulatif terhadap inflasi. (SF)